Untukmu Yang Hanya Fatamorgana
Waktu memang telah berlalu, yang awalnya memihak pada kita dan akhirnya membiarkan kita dalam kekosongan.
Ketika senyum tak lagi manis terasa.
Ketika gundah tak mampu lagi kau cairkan.
Ketika sepi tak ada lagi kau yang menghangatkan.
Wajar bila aku merindukanmu, wajar bila aku inginkan tawamu untukku, karena dulu saling menggenggam tangan.
Untuk semua kenangan manis, untuk semua bahagia ataupun sedih, aku merindukannya.
Melepaskanmu, merelakanmu, temukan penggantimu, aku masih tak menemukan celah.
Dengan yang lain, tak seindah denganmu.
Masih selalu bayangmu yang setia menemani.
Masih sosok semu akan dirimu yang selalu ciptakan rindu ini.
Mengapa untukmu yang telah disandingnya aku menaruh rindu.
Mengapa untukmu yang hanya fatamorgana aku menaruh setia.
Dan bila saja kau tahu, aku masih disini, terjebak masa lalu akan dirimu.
0 komentar: